Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2015

Yap, itulah yang disebut perjuangan!

Peringatan:
KONTEN INI BERISI TENTANG CURHATAN SEORANG MANTAN ANAK IPA YANG SEPERTINYA TIDAK TERLALU PENTING

Maaf kali ini postingan bakal rada berbeda. Ini artikel mengenai perjuangan hidupku masa belajarku di SMA. Mungkin konten ini akan berisi tentang 'curhatan hati seorang Hafsah'. Kalau ga kuat, boleh lambaikan tangan ke arah kamera *dikemplang*


Yo.. Domou! Namaku Hafsah Nugraha. Sekarang lagi menduduki kelas XII. Tapi banyak yang ga percaya karena fisik yang lebih mirip anak SMP *padahal udah ber-KTP woi :((* Aku adalah anak IPA! Anak IPA yang salah masuk jurusan dan baru sadar setelah masuk kelas XII :)) Sekolah di SMA N 1 Cicalengka, merupakan suatu kawasan yang berlokasi di sekitar Bandung coret. Dan aku ini merupakan angkatan pertama Kurikulum 2013 \(^o^)/ *padahal aslinya mah nangis*

Hal yang paling aku inget dari Kurikulum 2013 adalah penjurusan yang dimulai sejak kelas X. Padahal masih pengen coba-coba :(( Kan belum tau cocok di mana ini sebenernya. Meskipun sebenerny…

Garyuun Akhirnya Muncul!!

Yosh… saatnya kamp pelatihan kelas kendo!           Akhirnya acara sekolah yang kutunggu datang juga. Aku tak sabar untuk segera melakukan latihan kendo dengan sekolah-sekolah lain. Pengalaman seperti apa yang akan aku dapatkan nanti? Aku tak sabar…           Oh iya, kelas kendo merupakan kelas wajib yang harus diikuti oleh para siswa. Dan biasanya, sekolahku dan beberapa sekolah yang perfekturnya sama, melakukan kamp pelatihan tiap tahun. Di acara tersebut, para siswa akan bersama-sama melakukan latihan gerakan dasar, latih tanding, juga latihan untuk pertahanan diri. Sekarang sudah sore, lelah sekali. Setelah latihan berbagai macam gerakan dasar, sebelum istirahat kami diwajibkan mengikuti latih tanding. Hukumannya bagi yang kalah? Lakukan seratus kali gerakan ayunan pedang sebelum pergi istirahat! Baiklah, sekarang giliranku. Aku tak boleh kalah. Seratus kali gerakan ayunan pedang? Ayolah… aku tak punya waktu untuk melakukannya. Aku sudah terlalu lelah.           “Sepertinya, lawanku a…