Langsung ke konten utama

Akulah yang Menjadi Diver Gladion. HAA?!


          Pagi yang ceria, sejuk berawan.
          Seharusnya mentari tersenyum hari ini. Tapi sayang, hari ini tidak seperti biasanya. Mentari tak nampak. Tapi udara sejuk sekali. Benar-benar hari yang indah untuk tidur kembali, tapi sayang aku harus pergi sekolah. Yosh, harus semangat!
          Ngomong-ngomong aku adalah Yuuki Kento. Tak terasa sudah masuk tahun 2100. Hei bukan begitu! Aku lahir tahun 2088. Ini adalah abad 21! Kau tidak tahu ya? Hahaha. Aku pikir itu wajar. Jadi, ya sudahlah.
          Oke, hari ini aku pergi ke sekolah seperti biasa. Dengan tas yang biasa, sepatu yang biasa, baju yang biasa. Oke kugambarkan sedikit tentang sekolahku. Aku bersekolah di sebuah SMA Favorit. Kecanggihan alat-alat yang ada di sekolahku, adalah berkat kecerdasan Prof. Arisugawa. Ya, dialah yang menciptakan sistem kartu pelajar elektronik. Jadi hanya siswa-siswa yang meiliki kartu pelajar elektronik itulah, yang punya akses masuk ke sekolahku ini.
          Oh, iya. Prof. Arisugawa ini, juga menciptakan beberapa peralatan canggih lainnya. Salah satu alatnya yang aku sukai dan aku miliki adalah Dive System. Itu adalah suatu sistem dimana kita bisa mengirimkan kesadaran ke dunia internet dan bermain di sana, di suatu taman yang di sebut dengan Magical Gate. Uh, di sana benar-benar keren. Aku tak bisa membayangkan bagaimana perasaaan kalian yang belum pernah pergi ke sana.
          Aku hampir lupa. Karena Magical Gate itu di internet, berarti banyak sekali virus-virus komputer yang berkeliaran. Prof. Arisugawa dan rekan-rekannya pun menciptakan sebuah antivirus berbentuk robot yang keren sekali. Mereka pun memiliki banyak nama dan aku tahu semuanya, ada Gladion, Jaguaron, Sharkon, Phoenixion, Garyun, Dragwon, Wyverion, Ligerion, Pegasion, dan Ditalion. Dan diantara mereka semua Gladion lah yang paling kusukai.  
          Ketika ada kesempatan, aku sering berbincang denganya. Ya, meskipun Gladion hanya sebuah program komputer, tetapi programnya bisa berkembang tergantung seberapa sering ia mempelajari tingkah laku manusia.
          Baiklah, ini hari yang panjang di sekolah. Ah, saatnya istirahat. Oh ya, aku sudah janji pada Yuuta, Mako, dan Naoki untuk pergi ke Magical Gate. Baiklah..
          “Bu, aku akan pergi ke Magical Gate.”
          “Baiklah, hati-hati.” sahut ibuku.
          Yosh! Inilah saatnya.
          “Magical Gate Plug It!”
***
          Inilah Magical Gate. Dunia impian anak-anak. Di mana anak-anak bersenang-senang. Tempat anak-anak berimajinasi. Ya, disinilah aku bisa bertemu, bersahabat dengan mereka. Yuuta, Mako dan Naoki.
          Berbagai macam area ada di Magical Gate. Area angin, air, udara, pegunungan, ruang angkasa, bahkan area waktupun ada. Nah untuk anak-anak SMA biasanya mereka pergi ke area waktu. Untuk apa? Tentu saja untuk melihat masa lalu. Evolusi manusia, dinosaurus, pertarungan di Colloseum dan yang lainnya yang berhubungan dengan sejarah dunia. Nah, nanti salah satu dari kejadian itu kami ceritakan kembali pada teman-teman dan guru untuk mendapatkan nilai tugas.
          Saatnya pergi! Tujuan ku pergi ke Magical Gate adalah untuk mengerjakan tugas bersama Yuuta dan Mako. Iya aku memang sekelas dengan mereka. Sementara Naoki adalah tetangga dekat rumah. Aku mengajaknya agar sekalian bisa membicarakan rencana perjalanan selanjutnya.
          Yosh! Aku, Yuuta, Mako, dan Naoki akan pergi ke Time Area. Magical Train sudah siap meluncur. Akhirnya setelah perjalanan selama 30 detik, sampailah kami di sini. Di Time Area.
          “Ayo, aku ingin lihat Colloseum itu lebih dekat!” ujarku.
          “Hai! Ayo!” jawab teman-temanku.
          Kami pun mendekati Colloseum itu. Tapi tiba-tiba, di depan mataku Colloseum itu menghilang. Iya, benar-benar menghilang.
          “Apa yang terjadi?” tanya Yuuta.
          “Aku kira ini sesuatu yang buruk.” ujar Mako.
          “Berbahaya! Ayo pergi dari sini, Yuuta, Mako, Naoki!” seruku.
          Aku, Yuuta, Mako, dan Naoki segera mencari Magical Train yang tadi kami naiki.
          “Magical Train-nya hilang!” ujar Naoki.
          “Sialan! Sekarang bagaimana?” tanya Mako.
          “Pintu darurat! Ayo cari pintu darurat!” seru Yuuta.
          Mana? Di mana pintu darurat? Gawat, Time Area semakin kacau. Sial! Tolong kami!
          “Itu dia pintu darurat-nya!” seruku.
          “Ayo kesana!” ujar teman-temanku hampir bersamaan.
          “Tunggu, mana Naoki?” tanyaku.
          “Naoki kemana? Kemana dia? NAOKI!!” Yuuta dan Mako berteriak memanggilnya.
          “Naoki!! Kau di mana?” teriakku lagi.
“TOLONG AKU!!”
          “ Itu suara Naoki! Itu di sana! Dia terseret ke arah lubang hitam itu!” seru Mako.
          “Naoki!!!”
          “Tolong!!”
          “Sial, kita harus menyelamatkannya!” ujarku.
          “Ah, pintu daruratnya mulai terganggu! Ayo cepat kesana! Sebelum terlambat!” ujar Mako.
          “Tidak! Kita harus menyelamatkan Naoki dulu!” kataku.
          “Tidak ada waktu lagi! Ayo!” Ujar Yuuta sambil menarik tanganku, dan menahan tubuhku agar tidak berontak.
          “NAOKI!!!”
***
          Ah, pukul berapa ini? Ya ampun aku terlambat sekolah. Sial! Aku mimpi aneh semalam. Benarkah hanya mimpi?
          “Ibu aku berangkat.”
          “Hei t-tung..”
          “Maaf ibu aku kesiangan!” ujarku sambil berlari.
          Wah, itu gerbang sekolah. Bagus. Lima menit sebelum bel masuk berbunyi. Yeah! Aku tidak kesiangan. Tapi, kenapa ada yang aneh ya? Kenapa sepi sekali? Apakah hari ini hari libur? Bukan! Ini hari sekolah.
          “Woi! Kento!”
          Ada yang memanggilku. Aku menoleh.
          “Hai! Ah, Yuuta, Mako. Selamat pagi!” ujarku.
          “Selamat pagi!” sahut Yuuta dan Mako hampir berbarengan.
“Eh, kenapa sekolah sepi? Mana yang lainnya?” tanyaku.
“Sebenarnya…..teman-teman kita……” kata Yuuta.
          “Kenapa?” potongku. Yuuta terlalu lama.
          “Semua terjebak di Magical Gate.” sambung Mako.
          “HAH?!” ujarku tak percaya.
          Ternyata itu bukan mimpi. Temanku-temanku terjebak di Magical Gate. Termasuk Naoki. Aku, Yuuta dan Mako beruntung bisa selamat. Karena dari lima juta anak yang dive ke Magical Gate pada saat itu, hanya tujuh ratus lima puluh ribu yang berhasil melarikan diri. Sial! Kenapa hal ini bisa terjadi?
          “Ayo pergi ke stasiun pengendali pusat!” ajaku pada Yuuta dan Mako.
          “Mau apa?” tanya Yuuta.
          “Mau ikut apa tidak? Kalau mau ayo!” seruku.
          Yuuta dan Mako mengikuti dari belakang. Aku masih penasaran. Apa yang sebenarnya terjadi. Apakah mereka semua baik-baik saja? Atau mungkin mati? Ah, aku tak boleh berfikir seperti itu!
          “Profesor, apa yang sebenarnya terjadi?” tanyaku tanpa basa-basi pada professor Arisugawa di ruang kerjanya. Ya, aku dan professor memang bisa dikatakan dekat. Karena bukannya apa-apa, aku banyak membantu dalam perkembangan program Gladion.
          “Oh, Kento! Yuuta dan Mako juga! Kalian selamat? Syukurlah!” ujar professor. Dia merasa lega.
          “Ya kami baik-baik saja. Sebenarnya ada apa ini?” tanyaku tak sabar.
          “Aku tak yakin. Ini seperti bukan virus, tapi serangan dari program sendiri.” jawab professor.
          “Maksudnya dari serangan para Ksatria Web?” tanyaku lagi.
          “Bisa dibilang seperti itu.” ujar professor.
          Aku melongo. Tak percaya. Kenapa ini semua bisa terjadi? Kenapa para Ksatria Web yang bertugas menjaga dan melindungi Magical Gate, malah mrncoba menghancurkan Magical Gate dari dalam? Ini aneh sekali. Oh iya, Ksatria Web adalah sebutan untuk antivirus yang Prof. Arisugawa buat. Keren bukan? Hahaha.
          Di kamar, aku tak bisa berhenti berfikir. Bagaimana caranya menyelamatkan anak-anak yang terjebak itu? Bagaimana? Sial! Kasian mereka! Aku harus mencoba menolong mereka! Tapi bagaimana caranya? Aku tak tahu!
          “Kento! Kento! Kau disana?”
          “Seseorang memamnggilku? Siapa?” tanyaku. Kaget.
          Tiba-tiba laptop ku menyala dengan sendirinya.
          “Kento!”
          “Ah! Ka….kamu…GLADION?!”
          “Ya ini aku. Gladion!” ucap program yang berbentuk robot itu.
          “Ada apa? Bagaimana bisa?” tanyaku masih antara bingung dan kaget.
          “Aku tak bisa menjelaskannya sekarang. Terlalu berbahaya! Pergilah ke Magical Gate sekarang. Aku menunggumu!” ujar Gladion.
          “Ke Magical Gate katamu? Apa tidak berbahaya?” tanyaku lagi.
          “Tidak! Kau akan aman. Aku janji!” jawab Gladion.
          Aku berfikir sebentar.
          “Baiklah! Aku ke Magical Gate sekarang!” ucapku mantap.
          Gladion mengangguk dan akhirnya menghilang. Aku merenung kembali. Apakah aku benar-benar harus pergi ke Magical Gate? Apakah ini jebakan? Atau bukan? Tidak! Aku harus yakin. Mungkin ini adalah kesempatanku untuk menyelamatkan anak-anak itu. Aku harus berani!
          “Yosh! Magical Gate Plug It.”
***
          “Ternyata, ini suasana Magical Gate ketika hanya aku sendirian yang Dive kemari.” ucapku pelan.
          “Kau benar, Kento!” ucap Gladion yang tiba-tiba muncul dalam bentuk hologram.
          “Whoaa, aku kaget. Gla…Gladion…ke..kenapa…bagaimana…bisa?” tanyaku dengan terbata-bata. Masih bingung dan kaget.
          “Aku memanggilmu kesini dalam rangka untuk mengujimu.” jawabnya.
          “Hah?! Aku tak mengerti.” ujarku.
          “Kejadian kemarin, yang menyebabkan terjebaknya hampir setengah populasi anak-anak di seluruh dunia telah membuat Magical Gate kacau.” katanya.
          “Ah, ternyata memang benar. Kau memanggilku kesini karena ada hubungannya dengan kejadian kemarin ya. Gladion, apakah kamu tahu cara menyelamatkan mereka? Jika memungkinkan akupun ingin membantu.” ucapku mantap.
          “Hanya ada satu cara. Kita harus mengalahkan virus utama penyebab kehancuran ini, yaitu Deletloss! Kento, jika kau benar-benar ingin membantu, jadilah Diver ku dan pinjami aku keuatanmu untuk melawan Deletloss dan anak buahnya!” katanya tegas.
          “Apa? Kenapa aku?” tanyaku masih tak yakin.
          “Karena kau masuk ke dalam daftar 10 anak yang sering berbicara padaku ketika sedang bermain di Magical Gate, dan hanya kau lah yang percaya bahwa akulah yang benar-benar memintamu datang kesini. Jadi aku yakin, kau memang pantas menjadi Diver ku!” ucap Gladion mantap.
          Aku masih tak percaya apa yang ku dengar barusan. Apakah ini hanya mimpi? Tidak bukan! Ini nyata! Gladion benar-benar memintaku menjadi Diver-nya. Jika aku menerimanya, tanggung jawab besar sudah menanti di depan mata. Mungkin nyawa akan menjadi taruhannya.
          “Apakah kau bersedia, Kento?” tanyanya lagi.
          “Yosh! Jika itu yang bisa ku lakukan, akan aku lakukan! Aku bersedia, Gladion! Ayo kita selamatkan mereka!” ujarku mantap.
          “Baiklah! Aku akan memasukan datamu ke dalam programku. Dan akan ku install pelindung di laptopmu. Juga ketika Undive,  kau masih bisa berkomunikasi denganku lewat Gran Mobiler yang ada di tanganmu.” Gladion menjelaskan.
          “Yosh! Aku mengerti. Terima kasih telah mempercayaiku!” ujarku sambil tersenyum. Gladion menjawabnya dengan sebuah anggukan.
***
          Aku masih tak percaya. Keselamatan Magical Gate dan anak-anak yang terjebak itu, saelain ada di tangan Profesor Arisugawa, juga ada di tanganku. Tanggung jawab yang besar ini, tak boleh diberitahukan pada siapapun. Ini adalah rahasia antara aku dan Gladion.
          Argh! Apa yang harus kulakukan sebagai Diver? Aku tak tahu. Apa yang bisa kubantu? Sialan! Memikirkannya pun membuat aku sangat lelah, sehingga akhirnya akupun terlelap.
          Pagi hari yang cerah…
          Ah, udara benar-benar sejuk! Hari yang indah untuk pergi ke sekolah. Saatnya mandi untuk menyegarkan badan. Sarapan, dan berangkat sekolah.
          Segarnya setelah mandi, berpakaian dan sarapan. Saatnya pergi ke sekolah. Tapi aneh? Kenapa di luar mendung? Padahal tadi cerah. Aneh sekali.Ah, tak usah dipikirkan. Aku harus segera beangkat.
          Akhirnya sampai juga di sekolah, Yuuta dan Mako juga sudah ada di gerbang. Menungguku. Tapi, udara sekarang benar-benanr dingin. Angin makin kencang bertiup. Whoaaa dingin sekali!
          “Kenapa anginnya besar sekali?” tanyaku.
          “Entahlah. Ini aneh sekali!” jawabYuuta.
          “Akupun kedinginan.” ujar Mako.
          “Kenapa kalian tak masuk ke sekolah?” tanyaku lagi.
          “Sekolah diliburkan sampai waktu yang tidak ditentukan. Karena ya…kau tahu lah.” ucap Yuuta.
          “Oh begitu. Ah, anginnya semakin kencang!” kataku sedikit berteriak.
          “Ah, ayo cari tempat berlindung!” seru Mako.
          Tiba-tiba saja Gran Mobiler yang diberikan Gladion berbunyi. Jangan-jangan ini…
          “Ada apa? Ayo!” kata Yuuta.
          “Aku harus pergi ke suatu tempat. Nanti aku akan menyusul kalian!” kataku sambil lari pergi.
          Mungkin, aku harus pergi ke Magical Gate sekarang. Semoga aku baik-baik saja. Ah, tak perlu jauh-jauh ke rumah. Bukannya terminal Plug It untuk pergi ke Magicla Gate ada di mana-di mana? Di samping sekolah ada 5. Baiklah ayo ke sana!
          “Yosh! Siap! Magical Gate Plug It!”
***
          Apakah tindakanku ini benar? Apakah aku harus benar-benar pergi ke Magical Gate? Aku harap aku tak salah.
          “Kento!”
          “Gladion! Apa yang terjadi?” tanyaku pada Gladion.
          “Jaguaron, Ksatria Web penjaga area angin telah membuat kekacauan. Baik di Magical Gate dan di bumi. Ayo segera kita kalahkan Jaguaron dan menyelamatkan Magical Gate, bumi, dan juga anak-anak yang terjebak di area angin! Cepatlah Webdive padaku” ucap Gladion.
          “Yosh! Webdive Gladion!”
          Oh, seperti ini rasanya menjadi seorang Webdiver. Masuk ke dalam sebuah robot, dan seolah-olah mengendalikannya. Hebat sekali! Rasanya jiwaku dan Gladion sedang berusaha menyatu. Perasaan yang luar biasa!
          “Lakukan perubahan! Web Change Gladion Vehicle Mode!” ujar Gladion memberitahu.
          “Baik! Web Change Gladion Vehicle Mode!”
          Ah, keren! Ini adalah perubahan Gladion ke bentuk kendaraan. Sebuah kereta Uap. Baiklah! Ayo menuju area angin Gladion!
          “Gladion, aku sudah menunggumu!”
          “Ah, siapa itu?” kataku.
          “Teteap waspada Kento!” Gladion memperingatkan.
          DUAAR!
          “Argh! Sial. Apakah itu Jaguaron? Serangannya cepat sekali!” kataku.
          “Jaguaron!” seru Gladion.
          “HAHAHA. Kau masih lamban Gladion! Kau pun bodoh. Karena kebodohanmu itu aku berhasil menjebak sekitar tiga ratus ribu anak di area ini!.” kata Jaguaron. Jahat sekali!
          “Sialan kau!” Gladion mulai marah.
          “Karena kau tidak menjadi anak buah Deletloss, maka matilah sekarang bersama Diver mu yang tak berguna itu!” seru Jaguaron.
          “Sial! Kento, perubahan ke Fighter mode. Ayo!” perintah Gladion.
          “B..b..ba….baiklah. Web Change Gladion Fighter Mode!”
          Aku harus bertarung sekarang! Aku harus yakin bahwa aku dan Gladion adalah satu. Jika yakin, aku dan Gladion pasti akan menang.
          “Gran Vulcan!” kataku.
          “Terlalu lambat!” sahut Jaguaron. Ia pun menembak aku dan juga Gladion.
          “Arghh! Kau tidak apa-apa, Kento?” tanya Gladion.
          “Hah…hah…hah…aku baik-baik saja.” kataku terengah-engah.
          “Matilah kalian!” seru Jaguaron sambil mengeluarkan tembakannya lagi.
          Sial! Aku belum berpengalaman. Gladion bertahanlah! Power-nya turun. Aku harus bangkit. Aku harus menyelamatkan anak-anak itu. Aku harus menang. Aku harus melindungi Yuuta dan Mako yang terjebak angin besar di bumi! Aku harus bisa!
          “Kento?!” Gladion bingung.
          “Bangkitlah GLADION!!” seruku.
          “HAAAA!!!”
          “Binasalah kalian makhluk bodoh!” seru Jaguaron.
          “Gran Blade! Ayo Gladion! BREAK SLASH!!”
          “Ah, aku ka…kalah? Tidaaaaaaaaaakkk!!” ucap Jaguaron. Dan ia pun kalah.
          “Hah…hah…hah… Akhirnya. Kemana sekarang Jaguaron?” tanyaku.
          “Datanya sudah diamanakan di Magical Gate dan kemudian akan dinetralkan.” jawab Gladion.
          “Benarkah? Syukurlah.” ucapku lega.
***
          “Aku hampir diterbangkan angin!” seru Yuuta.
          “Aku lelah menahan tubuhmu supaya tak diterbangkan oleh angin Yuuta. Tubuhmu itu lumayan berat.” Kata Mako.
          “Hahaha. Aku senang kalian tidak apa-apa.” ucapku gembira.
          “Hahaha. Terima kasih.” ucap mereka hampir berbarengan.
          Yuuta dan Mako tak mengetahui apa yang terjadi antara aku dan Gladion. Mereka tak boleh tahu! Jika sampai tahu, mereka akan mengkhawatirkanku. Dan itu membuatku tak nyaman.

Komentar

Pos populer dari blog ini

Gladion

Halo… Sebelumnya, gue mau mengatakan “Minal Aidzin Walfaidzin” Mohon maaf lahir dan batin ya. Gue minta maaf apabila ada perkataan atau tulisan gue yang tidak berkenan di hati teman-teman. Gue juga hanya manusia biasa :’))
Nah, back to topic kali ini gue mau post tentang “Gladion” Ya pokoknya disimak saja Guys :D

Gladion, adalah seorang Ksatria Web yang fighter modenya berwujud seperti Gladiator (petarung bersenjata, seorang ahli pedang) dengan warna dominan kuning.
Jika Gladion berubah ke bentuk vehicle mode, ia akan beberbentuk seperti kereta steam uap jadul.

Gladion dulunya tinggal disebuah planet di galaksi Andromeda, tapi semua berubah saat Negara api menyerang planetnya itu dihancurkan oleh penjahat yang bernama DELETLOSS. Karena planetnya hancur, Gladion (satu-satunya orang yang selamat) yang sudah berubah menjadi bentuk data, berkelana di luar angkasa untuk mencari tempat tinggal baru. Setelah melakukan perjalanan dengan waktu yang cukup lama, atas bantuan ENGE, Gladion dimasukka…

Review Dive 01 - WebKnight! Gladion

Ada yang tahu film Dennou Boukenki Webdiver? Mungkin hanya segelintir orang yang tau tentang anime robot yang satu ini. Kenapa gue berasumsi kaya gitu? Soalnya kalau misalnya film Webdiver banyak yang tau pasti bakalan banyak orang-orang yang ngepost gambar, film, lagu tentang webdiver ini. ya ngga? Hahaha. *heh*  Lanjut ngomong-ngomong soal webdiver jadi inget masa kecil gue dulu ketika film ini masih di puter di ANTV (2003-2004) sama Spacetoon (2005-2006).
Masih ada yang inget gak jalan ceritanya gimana? *hayo kalau pada lupa lagi sekarang gue share deh jalan ceritanya. Oke. Kita mulai..
Berlatarkan tahun 2100 dimana seluruh komputer diseluruh dunia sudah terhubung ke sebuah tempat permainan virtual yang gerbangnya disebut Magical Gate. Singkat cerita sang pemeran utama Yuki Kento sedang berusaha membuat akses sendiri ke Magical Gate dengan perantara sebuah "robot mainan" yang ia program sedemikian rupa. Awalnya Yuki Kento begitu kesulitan memprogram "mainannya" it…

Ksatria Web

Kalian tahu Anime DENNOU BOUKENKI WEBDIVER atau yang lebih sering disebut WEBDIVER. Kalau yang ngga tau ya udah :(( Kalau yang lupa-lupa ingat, boleh liat post gue yang lain :”
Nah kali ini gue mau ngepost tentang KsatriaWeb yang terdapat di Anime Webdiver ini. KsatriaWeb berjumlah 13 dan mereka menempati Site yang berbeda-beda. Berikut ini adalah jelasnya :
A.Gladion Site Gladion Site merupakan site yang paling umum, dan banyak dikunjungi oleh manusia. Gladion Site ini berisi 8 KsatriaWeb yang menjaga Area yang berbeda. Ksatria Web yang berada di Gladion Site yaitu :
1.Gladion Menjaga area : Magical Gate (Pimpinan) Teknik : GranVulcan. GranBlaster, GranBlade (BigSlace, VictorySlace (Khusus ketika Victory Mode)), GranMagnum (BigShoot, VicoryShoot (Khusus ketika Victory Mode)), GranShield, GranPunch.

2.Jaguaron
Menjaga area : Wind Area Teknik : Buster Shoot (Gathering Buster)

3.Sharkon
Menjaga area : Aqua Area Teknik : Aqua Tornado

4.Griffyon
Menjaga area : Sky Area Teknik : Whooming Shoot

5.Phoenixio…