Langsung ke konten utama

Postingan

Sebuah Pengalaman

Halo!! Setelah menjalani liburan yang cukup menjenuhkan karena kelamaan, akhirnya ada juga yang bisa ditulis :’))

          Jadi begini, tulisan kali ini bisa dipastikan bersifat subjektif karena ini merupakan pengalaman pribadi yang benar-benar aku alami hingga sekarang :’’)) NAH! Kenapa sih tiba-tiba ngebahas hal beginian? Sebenernya, beberapa hari yang lalu aku sempet ditanya-tanya sama beberapa temen. Intinya sih mereka nanya, “Apa ga cape join projek A, projek B, projek C? Harus bikin ini, itu, ngontakin si P, si Q, si R, atau melakukan sesuatu yang sejenis dengan itu? Bukankah hal itu mungkin saja mengganggu waktu istirahat, waktu nugas? Kan cape...” Izinkan aku menjawab menggunakan tulisan yang sudah kubuat ya.           Well... Sebetulnya itu semua adalah sebuah pilihan. Aku pernah dengar sebuah kuipan yang isinya kurang lebih begini:           “Kegiatan yang paling menyenangkan itu adalah hobi yang dibayar.”           Dibayar di sini bukan hanya berbicara tentang uang. …
Postingan terbaru

Kawan, Pejuang Pulang

Teruntuk kalian, kawan-kawan pejuang pulang.
          Semester kedua telah selesai. Inilah jeda perkuliahan yang cukup panjang. Manfaatkan sebaik-baiknya. Untuk pulang. Menemui keluarga di kampung halaman. Lupakan sejenak mengenai kehidupan mahasiswa. Saatnya nikmati kebersamaan serta kehangatan keluarga kalian di sana.
          Sebuah ironi di pertengahan semester. Mereka yang rantau ingin pulang dan mereka yang pulang ke rumah ingin rantau. Ingin merasakan apa yang dirasakan orang lain. Meskipun pada akhirnya hal itu tak mungkin dilakukan.
          Kesempatan itu akhirnya tiba. Setelah UAS datang menerjang. Membombardir pertahanan selama dua minggu lebih. Semua bisa bertahan hingga gempuran terakhir. Pada akhirnya kemenangan telah hadir di depan pandangan mata. Saatnya pulang. Menemui keluarga serta kerabat yang telah menanti kedatangan.
          Pulanglah, kawan. Kalian, kita semua berhak mendapatkannya. Dengan segala usaha dan kerja keras selama perkuliahan. Menanggung kerinduan …

Perpusinfo dan Perpustakaan

“Anaknya teh perpustakaan banget ih!”
          Hahaha.. Kata-kata itu muncul dari beberapa temen yang kebetulan menemukanku di perpustakaan dalam berbagai kesempatan. Ga bisa dipungkiri, perpustakaan sepertinya sudah menjadi tempat yang aku butuhkan untuk refreshing. Ya, sejak masuk ke semester 2 aku mulai merasakan feel yang berbeda ketika memasuki perpustakaan.
          Ga ngerti juga sebetulnya kenapa bisa merasakan hal demikian. Sejak awal masuk ke prodi Perpustakaan dan Informasi UPI 2016 ga ada sedikitpun perasaan bahwa aku bakal sreg, suka, dan nyaman sama perpustakaan. Kerjaan aja cuma kuliah-pulang, kuliah-pulang. Mana kuliah 3 hari doang. Beneran ga kerasa jadi anak kuliahnya. Mungkin  karena suasana baru ya, peralihan dari suasana SMA ke suasana kuliah.
          IYAIN AJA LAH YA.           Intro dulu deh. Namaku Hafsah Nugraha. Mahasiswa (atau mahasiswi??) Prodi Perpustakaan dan Informasi di salah satu PTN yang ada di kota Bandung, tepatnya daerah Setiabudi *ribet amat* Se…

Sesuatu yang Dirasakan Sebagai Seorang Kakak

Menjadi seorang anak pertama bukanlah pilihan. Hal itu sudah ditakdirkan oleh yang Maha Kuasa. Dan anak pertama biasanya akan berubah menjadi seorang kakak, ketika ia mempunyai adik.
PROLOG GA PENTING YA :((
Ya.. ketemu lagi nih kita, dalam topik tulisan yang berbeda. Kali ini gue mau share pengalaman aja sih. Tapi bukan pengalaman berlibur di rumah nenek atau sesuatu sejenis itu. Bukan. Sekali lagi BUKAN. Ini merupakan pengalaman gue sebagai seorang kakak dengan dua orang adik cowok yang udah gede.
Nah, kali ini apa yang mau gue bahas yaitu mengenai fungsi seorang kakak terhadap kehidupan media sosial adiknya. DAN TOPIKNYA KOK BERAT BANGET. Huft :(( Intinya sih gitu, ini merupakan sikap gue sebagai seorang kakak yang suka mengontrol kegiatan sosial media adiknya.
Let’s check it out!

Perlu diingat bahwa gue adalah kakak dari dua orang yang berumur 13 dan 11 tahun. Mereka cowok dan Alhamdulillah baik secara keseluruhan (Gue nyebut gini karena sisi menyebalkan mereka tetep aja masih ada) …

Om Telolet Om!

Hello guys.. Sudah sekian lama ga nulis karena kesibukan sebagai maba nih :” Lagian mau nulis juga bingung apa yang mau ditulis. Mungkin nanti pas libur bakal update deh. Lagi males berfikir dan merangkai kata meskipun sebenernya tau kalau skill merangkai kata gue payah. *skip

          Wooooooh!! Apa kabar? Mudah-mudahan sehat yak. Sekarang udah mau tahun baru aja nih. Udah masuk minggu-minggu akhir Desember. UAS nya gimana? Lancar? Rapot gimana rapot? Gue mah sekarang baru hari ke 3 UAS. Anak kuliah sih ya..... Rada beda... Yaa Allah... Kuatkan hamba :””))
          2016 ini bisa disebut sebagai tahun yang luar biasa. Tahun di mana gue UN, lulus SMA, lolos SBMPTN, jadi anak kuliah, suka Power Rangers, dapet temen dari luar Indonesia, dan banyak juga yang lain... Tapi... ada satu hal menarik yang bikin gue bahagia di penghujung tahun ini, Yak... sebuah kalimat singkat nan sederhana dan menjadi viral di Indonesia bahkan di seluruh dunia.......
“OM TELOLET OM!”
          Sumpah..…

Dapat Kawan Baru

Well.... Ketika bertemu dengan orang yang suka dengan suatu hal yang sama dengan lo, di situlah pertemanan baru lo dimulai.
Itulah yang terjadi pada gue. Sejak kesukaan gue terhadap Power Rangers, secara ga sadar gue udah menjalin hubungan dengan berbagai orang di dunia. Mulai dari aktornya sendiri, manajer mereka, juga dengan sesama fans.
Kesukaan gue terhadap Power Rangers, makin parah setelah nonton Power Rangers Super Megaforce Eps. 20 Legendary Battle di salah satu stasiun tv swasta Indonesia. Wes... Wesley Collins red Time Force ranger, bikin gue speechless karena kegantengannya untuk kesekian kalinya. His always make me fall in love with his smile. Thanks Wes, thanks Mr. Jason Faunt :D

Karena saking sukanya, tanpa gue sadari banyak orang-orang yang mulai ngirim dm ke gue buat sekedar bahas Power Rangers. Awalnya ada lima orang, tapi akhirnya sisa dua karena yang tiga jarang aktif di dunia maya. Dua orang itu Makayla (USA) juga Izyan (Malaysia).
Rutinitas kami selama seharian (sebe…

Kerja Dimana, Peluang Kerja Gimana

Hello guys...
          By the way, minal aidzin wal faidzin ya teman-teman. Mohon maaf untuk segala kesalahan yang gue lakuin, baik yang sengaja maupun ngga. Semoga kita bisa dipertemukan kembali di Ramadan selanjutnya ya. Aamiin..
          Oh iya, kali ini gue lagi ga bahas tentang anime atau power rangers atau apapun sejenis itu. Kali ini gue mau menuangkan sedikit pandangan mengenai suatu hal yang terjadi sama gue baru-baru ini. So... check this out!

To the point aja ya....
Gue mengalami percakapan ini selama hampir 3 Minggu setelah pengumuman SBMPTN.
Hafsah                  : H Lawan Bicara        : X
X       : “Hafsah, lolos kemana?” H       : “Alhamdulillah ke prodi A.” X       : “Oh... itu teh ngapain? NANTI KERJA DI MANA? PELUANG KERJA GIMANA?” H       : *Tiba-tiba hoream ngewaro*

Nah guys, yang mau gue tanggepin di sini adalah kalimat pertanyaan ((NANTI KERJA DI MANA? PELUANG KERJA GIMANA?)) Jujur, kalimat itu adalah kalimat pertanyaan yang sangat menyebalkan. Gue paling ga …